FUNCTION PADA PASCAL

Kamis, 27 Mei 2010

Fungsi/function adalah bagian dari program yang memiliki nama tertentu, digunakan untuk mengerjakan suatu pekerjaan tertentu, serta letaknya dipisahkan dari bagian program yang menggunakan fungsi tersebut.
- Keuntungan menggunakan fungsi:
o Dapat melakukan pendekatan top-down dan divide-and-conquer: program besar dapat dipisah menjadi program-program kecil.
o Dapat dikerjakan oleh beberapa orang sehingga koordinasi mudah.
o Kemudahan dalam mencari kesalahan-kesalahan karena alur logika jelas dan kesalahan dapat dilokalisasi dalam suatu modul tertentu saja.
o Modifikasi program dapat dilakukan pada suatu modul tertentu saja tanpa
mengganggu program keseluruhan.
o Mempermudah dokumentasi.
o Reusability: Suatu fungsi dapat digunakan kembali oleh program atau fungsi lain
- Tubuh Function/Definisi Function (Function Definition): yang terdiri dari function prototype yang disertai dengan kode implementasi dari function tersebut, yang berisikan statemen-statemen yang akan melakukan tugas yang diberikan oleh fungsi tersebut.
o Tubuh function dapat berisi segala perintah yang dikenal oleh C, pada dasarnya tubuh fungsi sama dengan membuat program seperti biasa.
o Return adalah keyword pengembalian nilai dari fungsi ke luar fungsi, return
wajib jika fungsi tersebut mengembalikan nilai berupa tipe data tertentu, sedangkan return tidak wajib jika fungsi tersebut bersifat void.

Bentuk umum function definition:
Tipe_data/void nama_fumgsi([arguman 1, argument 2,….]) //funciton prototype
{
//bagian ini merupakan tubuh fungsi.
[Variabel_lokal;]
[Statement_1;]
[Statement_2;]
...
[Statement_3;]
[return (variabel)];
}

Kategori Function dalam C
1. Standard Library Function
Yaitu fungsi-fungsi yang telah disediakan oleh C dalam file-file header atau l ibrarynya.
Misalnya: clrscr(), printf(), getch()
Untuk function ini kita harus mendeklarasikan terlebih dahulu library yang akan digunakan, yaitu dengan menggunakan preprosesor direktif: #include
2. Programmer-Defined Function
Adalah function yang dibuat oleh programmer sendiri. Function ini memiliki nama tertentu yang unik dalam program, letaknya terpisah dari program utama, dan bisa dijadikan satu ke dalam suatu library buatan programmer itu sendiri yang kemudian juga di-includekan untuk penggunaanya.Contoh program C yang menggunakan function

CONTOH PROGRAM FUNCTION
Function CekHabisDibagiTiga(Bilangan : Integer): Boolean;
Begin
If (Bilangan mod 3) = 0 Then
Result := True
Else
Result := 0;

// atau
// Result := (Bilangan mod 3 = 0)
End;

Var X : Integer;
Counter : Integer;
Begin

Counter := 0;
For X := 1 to 20 do
If CekHabisDibagiTiga(X) = True then
Counter := Counter + 1;
Writeln(‘Jumlah Bilangan Yang Habis dibagi 3 antara 1 s/d 20 adalah’, Counter)

End.

PDAM Lakukan Survei Tiga Sumber Mata Air Baru

Senin, 24 Mei 2010

Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kabupaten Ende dalam upaya meningkatkan pelayanan dan distribusi air kepada masyarakat pelanggan saat ini tengah melakukan survei tiga sumber mata air baru. Tiga sumber mata air baru yang saat ini tengah disurvei masing-masing mata air Woloara, mata air di kilometer 10 dan mata air di Lokoboko.


Hal itu dikatakan Direktur PDAM Ende, Ayub Waka kepada Flores Pos di ruang kerjanya, Rabu (3/2). Ayub Waka mengatakan, selama ini untuk melayani para pelanggan air bersih di Kota Ende, PDAM masih mengandalkan empat sumber mata air masing-masing mata air aekipa, Aepana, Woloare dan Wolowona. Empat sumber mata air ini dirasakan masih sangat kurang untuk memenuhi kebutuhan air bersih bagi pelanggan di Kota Ende. Kondisi ini diakbatkan karena jumlah pengguna air di Kota Ende semakin meningkat dari tahun ke tahun serta jaringan distribusi yang sudah lama dan sering bocor.


Langkah yang dilakukan PDAM Ende untuk memaksimalkan pelayanan kepada masyarakat pelanggan, kata Waka adalah dengan mencari sumber amata air baru. Untuk itu, PDAM telah melakukan survei awal tiga sumber mata air baru yakni Woloara, kilometer 10 dan Lokoboko. Dari hasil survei awal tersebut, lanjutnya, tiga sumber mata air tersebut layak karena memiliki debit air yang cukup besar. “Kalau ada dana kita tinggal lakukan pemantapan,” kata Waka.


Sumber mata air yang paling siap untuk dimanfaatkan, kata Waka adalah sumber air di kilometer 10. menurutnya, masyarakat di sekitar lokasi mata air telah mengijinkan pemanfaatan air tersebut. Mereka bahkan meminta PDAM untuk secepatnya memanfaatkannya untuk kebutuhan masyarakat Kota Ende ketimbang air yang cukup besar debitnya itu terbuang percuma karena tidak dimanfaatkan. Jadi, kata Waka, jika dana sudah ada prioritas pengembangan pertama adalah sumber mata air di kilometer 10 tersebut. “Kalau ada dana kita prioritaskan di sana karena tidak ada masalah. Proposal sudah kita kirim ke Dinas PU di Cipta Karya tapi belum ada jawaban.”


Waka mengatakan, untuk sumber mata air di Lokoboko, debit airnya juga tidak kalah menjanjikan. Hanya saja untuk dimanfaatkan ada permintaan dari mosalaki setempat agar disediakan pipa tersendiri untuk masyarakat di Lokoboko. Permintaan itu, kata dia masih perlu dipertimbangkan. Oleh karena itu, pemanfaatannya masih perlu dibicarakan lebih lanjut dengan pihak mosalaki agar ketika dimanfaatkan tidak lagi menimbulkan persoalan.
Diakuinya, jika tiga sumber mata air ini nantinya sudah dapat dimanfaatkan, dia yakin kebutuhan air masyarakat Kota Ende sudah bisa dicukupi. Dengan demikian, dia berharap kesulitan air yang selama ini dirasakan masyarakat dapat teratasi. Karena hanya dengan mengandalkan empat mata air yang selama ini dioptimalkan dirasakan masih sangat kurang menjangkau seluruh masyarakat pelanggan dan menyebabkan dilakukan penggiliran.


Dikatakan, dalam tahun 2010 ini, bupati telah mengatakan akan ada perbaikan jaringan perpipaan dalam Kota Ende kerja sama dengan negara Prancis. Dia berharap, rencana itu dapat terwujud mengingat jaringan perpipaan di Kota Ende sudah cukup tua usianya dan sering mengalami kebocoran. Menurutnya, jika jaringan perpipaan sudah diremajakan jelas kendala pelayanan kepada masyarakat pelanggan berangsur berkurang. Untuk memaksimalkan pelayanan jelas dibutuhkan tambahan sumber mata air. Pengembangan sumber mata air baru membutuhkan biaya yang cukup besar. Dia berharap dukungan dari pemerintah dan lembaga Dewan agar mengalokasikan anggaran untuk pengembangan sumber mata air baru.


Haji Mohamad Taher, anggota DPRD Ende kepada Flores Pos di gedung Dewan, Rabu mengatakan, terhadap rencana pengembangan sumber mata air baru yang mau dilakukan oleh PDAM patut mendapatkan dukungan dari semua pihak. Hal itu menurutnya karena air minum merupakan kebutuhan dasar yang bersentuhan langsung dengan masyarakat. Berbicara soal anggaran untuk pengembangan sumer mata air yang baru, kata Haji Taher juga harus menjadi perhatian. Untuk itu dia meminta kepada PDAM untuk membuat rincian anggaran pengembangan sum,ber mata air dan dibicarakan dengan pemerintah. Selanjutnya pada saat perubahan anggaran nanti bisa diajukan untuk dibahas dan ditetapkan DPRD Ende. Dia yakin, usulan yang berkaitan dengan kebutuhan yang bersentuhan langsung dengan masyarakat tentunya akan menjadi prioritas.


Haji Taher juga mengharapkan agar pihak PDAm juga perlu memperhatikan juga masalah jaringan perpipaan yang ada saat ini. Menurutnya, jaringan yang ada merupakan jaringan yang sudah tua dan butuh dilakukan peremajaan. Rencana pemerintah melakukan peremajaan bekerja sama dengan pemerintah Prancis tersebut diharapkan agar benar-bemnar dapat terealisasi. Menurutnya, jika jaringan sudah bagus dan ada sumber mata air baru jelas kendala distribusi air kepada masyarakat pelanggan akan dapat teratasi.


Dikatakan, jika jaringan distribusi dan sumber air sudah bagus, untuk meningkatkan pelayanan, PDAM juga perlu melakukan pembenahan terhadap manajemen di perusahaan daerah tersebut. Hal itu karena manajemen di dalam satu perusahaan akan sangat menentukan baik buruknya sebuah pelayanan. Jika manajemennya baik maka pelayanannya juga baik. “Tapi kalau manajemennya amburadul jelas perusahaan akan rugi terus walau investasi dan penyertaan modal terus dilakukan,” kata Haji Taher.


PDAM juga perlu membenahi sistem pelayanan kepada masyarakat. Sejauh pengamatannya selama ini, belum ada pemerataan pelayanan kepada masyarakat. Pada jalur-jalur tertentu para pelanggan tidak pernah mengalami kekurangan air bahkan airnya terbuang-buang. Sedangkan di jalur lain ada masyarakat pelanggan yang masih mengeluhkan kesulitan air karenanya minimnya distribusi air ke jalur tersebut. “Jadi kalau mau supaya semuanya berjalan baik harus benahi dulu manajemen dan kemudian sistem distibusi airnya,” kaya Haji Taher.

http://hierobokilia.blogspot.com/2010/02/pdam-lakukan-survei-tiga-sumber-mata.html

Gita Gutawa, Merekah Di Usia Belia

Selasa, 23 Februari 2010

Gita Gutawa, Merekah Di Usia Belia

Gita Gutawa lahir di Jakarta, 11 Agustus 1993. Karena hidup di lingkungan musisi, putri dari musisi Erwin Gutawa ini sudah tak asing lagi dengan musik. Sejak kelas 2 SD, Gita sudah mulai belajar bermain piano klasik di Yayasan Musik Jakarta dan ia memperkuat ilmunya dengan mempelajari privat piano jazz dan gitar.
Penyanyi bernama lengkap Aluna Sagita Gutawa ini mengawali karirnya di dunia tarik suara ketika berduet dengan ADA Band di lagu Yang Terbaik Bagimu (Jangan Lupakan Ayah) yang dimuat di album ADA Band – Heaven Of Love (2005). Debutnya sukses karena ternyata tak sedikit orang yang menggemari karakter suara sopran yang dimilikinya.Tahun 2007 Gita meluncurkan album perdananya yang berjudul Gita Gutawa. Album berisi 12 lagu ini diproduseri sendiri oleh sang ayah. Proses penggarapannya dikerjakan di Jakarta, sementara mixing dan masteringnya dilakukan di Sydney , Australia. Beberapa pencipta lagu turut andil di album ini, diantaranya adalah Glenn Fredly, Melly Goeslaw, Dewiq, Krishna & Donnie ‘ADA band’ hingga Eross Chandra.
Albumnya berhasil meraih Platinum Awards dengan mencapai penjualan lebih dari 150 ribu kopi dalam 4 bulan saja. Hal itu kemudian mengantarkan dirinya sebagai Penyanyi Pendatang Baru Terbaik dan Album Terbaik AMI Award 2008.
Selain solo album, Gita juga melahirkan beberapa singel. Antara lain Jalan Lurus (album 12 Tembang Islami – 2007), Sempurna dan Dua Hati Jadi Satu (OST Love – 2008), serta Tak Perlu Keliling Dunia yang menghiasi album OST Laskar Pelangi.
Sederet prestasi juga diraih oleh Gita, seperti juara di International Nile Song Festival yang digelar di Mesir 29 Januari-3 Februari 2008. Di festival tersebut ia menyanyikan dua buah lagu berjudul ‘Alunan Sebuah Lagu dan ‘To Be One’. Bulan April 2009 Gita meraih penghargaan A Tribute to Women, sebuah penghargaan untuk 10 perempuan berprestasi dan mampu menginspirasi perempuan Indonesia lainnya.Tanggal 7 Mei 2009 Gita merilis album keduanya yang berjudul Harmoni Cinta. Di album ini Gita tak hanya menyanyi, namun juga menciptakan lima lagu. Diantaranya adalah lagu Parasit yang merupakan singel unggulannya serta lagu Lullaby yang didedikasikannya untuk sang adik, Rara Gutawa, yang lahir tahun lalu . Beberapa pencipta lagu beken seperti Yovie Widianto, Melly Goeslaw, Dewiq, serta Maia Estianti juga turut menyumbangkan lagu untuk putri musisi senior Erwin Gutawa ini. Gita juga menyanyikan kembali lagu Aku Cinta Dia, sebuah lagu lawas yang pernah dipopulerkan oleh almarhum Chrisye.
Gita Gutawa Curhat di ‘Kotak Musik Gita’”Ini sebenarnya bukan aku yang nulis disini, aku sebenarnya berbagi soal pengalaman aku sebagai penyanyi dan anak remaja pada umumnya yang dituangkan dalam buku ini,” terang Gita ditemui saat peluncuran bukunya di Depok Town Square, Depok, Jawa Barat.
Ada dua sisi dalam buku ini yang ingin Gita ceritakan. Gita sebagai seorang penyanyi dengan segudang kegiatan dan di sisi lain adalah Gita sebagai remaja pada umumnya. Meski Gita baru saja mengeluarkan album dan kini Gita kembali meluncurkan buku, namun menurutnya ini bukanlah popularitas.
“Aku nggak pernah mengukur kesuksesan seperti apa karena aku sendiri susah mengukurnya. Yang pastinya dengan buku ini aku mau sharing aja, banyak pengalaman baik dan juga pengalaman buruknya,” papar Gita.
“Sebelum mendapat pengalaman baik pastinya aku mendapat pengalaman buruknya dulu jadi disini aku menceritakan Up and downnya, senang-senangnya, sedih-sedihnya kegagalannya,” tambahnya.
Buku yang penggarapannya memakan waktu sekitar satu tahun ini tak membuat Gita sudah merasakan paling sempurna. Yang pasti buku ini adalah curhatan Gita.
“Dengan adanya buku ini bukan merasa hidup aku yang paling sempurna, atau aku yang paling sok tahu akan segala hal, nggak gitu,” tutup Gita.

http://wartawarga.gunadarma.ac.id/2009/12/gita-gutawa-merekah-di-usia-belia

Rabu, 17 Februari 2010

KOMUNITAS ALUMNI KEBUN POLINELA

MEDIA KOMUNIKASI KOMUNITAS ALUMNI POLITEKNIK NEGERI LAMPUNG JURUSAN BUDIDAYA TANAMAN PERKEBUNAN.

A. Pendahuluan
Kepemimpinan merupakan salah satu topik yang selalu menarik untuk dikaji dan diteliti, karena paling banyak diamati sekaligus fenomena yang paling sedikit dipahami. Fenomena kepemimpinan di negara Indonesia juga telah membuktikan bagaimana kepemimpinan telah berpengaruh sangat besar terhadap kehidupan berpolitik dan bernegara. Dalam dunia bisnis, kepemimpinan berpengaruh sangat kuat terhadap jalannya organisasi dan kelangsungan hidupnya.


Pada era globalisasi dan pasar bebas hanya perusahaan yang mampu melakukan perbaikan terus-menerus (continuous improvement) dalam pembentukan keunggulan kompetitif yang mampu untuk berkembang. Organisasi sekarang harus dilandasi oleh keluwesan, tim kerja yang baik, kepercayaan, dan penyebaran informasi yang memadai. Sebaliknya, organisasi yang merasa puas dengan dirinya dan mempertahankan status quo akan tenggelam dan selanjutnya tinggal menunggu saat-saat kematiannya. Kepemimpinan sebagai salah satu penentu arah dan tujuan organisasi harus mampu mensikapi perkembangan zaman ini. Pemimpin yang tidak dapat mengantisipasi dunia yang sedang berubah ini, atau setidaknya tidak memberikan respon, besar kemungkinan akan memasukkan organisasinya dalam situasi stagnasi dan akhirnya mengalami keruntuhan.(Harsiwi, 2003)

Untuk menunjukkan betapa pentingnya kepemimpinan dan betapa manusia membutuhkannya, sampai ada pendapat yang menyatakan bahwa dunia atau umat manusia di dunia ini pada hakikatnya hanya ditentukan oleh beberapa orang saja, yakni yang berstatus sebagai pemimpin. Pepatah orang melayu yang menyatakan “jika gajah sama gajah berkelahi, pelanduk mati di tengah-tengah” sejalan dengan ungkapan di atas. Dengan demikian jika sekelompok orang yang berstatus pemimpin tersebut memutuskan untuk menimbulkan perang dunia sebagai satu-satunya jalan keluar dari konflik, maka umat manusia di dunia sebagai penduknya akan mati ditengah-tengah medan konflik tersebut. Ini sekedar penegasan dari pepatah melayu tersebut, dan kegalakan dari pendapat di atas yang mau menyatakan bahwa pemimpin dan kepemimpinan amat menentukan sekali dalam kehidupan manusia.( Thoha, 1996)

Tingkat efektivitas kepemimpinan ini bukan ditentukan oleh seorang atau beberapa orang pemimpin saja. Efektivitas itu justru merupakan hasil bersama antara pemimpin dan orang-orang yang dipimpinnya.Pemimpin tidak akan mampu berbuat banyak tanpa partisipasi orang-orang yang dipimpinnya. Sebaliknya orang-orang yang dipimpin, tidak akan efektif menjalankan tugas dan kewajibannya, tanpa pengendalian, pengarahan, dan kerja sama dengan pimpinan. Faktor partisipasi ini sangat menentukan dalam kepemimpinan, sehingga semakin aktif orang-orang yang dipimpin (anggota kelompok/organisasi) dalam partisipasi, maka akan semakain dinamis kehidupan kelompok/organisasi. Partisipasi dalam berpikir memecahkan masalah-masalah kelompok/organisasi perlu digalakkan agar kepemimpinan berlangsung efektif.

Partisipasi dalam mewujudkan keputusan menjadi kegiatan perlu dibina dan dikembangkan, sehingga tujuan organisasi dapat dicapai secara optimal. Dalam berpartisipasi ini pulalah berkembang kreativitas dan inisiatif yang menjadikan organisasi menjadi dinamis, karena pemimpin merupakan tokoh sentral yang terbuka pada berbagai pembaharuan dan inovasi, yang akan berpengaruh pada perkembangan dan kemajuan organisasi.
Usaha untuk mewujudkan partisipasi anggota organisasi pada dasarnya tergantung pada kemampuan mewujudkan hubungan manusiawi yang efektif. Hubungan seperti ini merupakan peluang bagi anggota untuk mengkomukasikan hasil berpikir, antar para pemimpin atau dengan anggota dan antar para anggota. Dalam hubungan manusiawi yang efektif itu setiap pemimpin memperoleh kesempatan dalam menggali kreativitas dan inisiatif, yang dapat dimanfaatkan untuk mewujudkan dan mengembangkan organisasi.

B. Pengertian Kepemimpinan
Sebagai pengantar alur berpikir dalam membahas masalah kepemimpinan, berikut ini akan disajikan beberapa pendapat para ahli mengenai pengertian atau definisi kepemimpinan antara lain :
Menurut Gary Yulk (1998:4), mendefinisikan kepemimpinan secara luas yaitu proses-proses mempengaruhi interpretasi menganai kelompok atau organisasi, pengorganisasian dari aktivitas-aktivitas kerja untuk mencapai sasaran-sasaran tersebut, motivasi dari para pengikut untuk mencapai sasaran, pemeliharaan hubungan kerja sama dan tam work serta perolehan dukungan dan kerja sama dari orang-orang yang berada di luar kelompok atau organisasi.

Susilo Martoyo (1998 : 166) menyatakan bahwa kepemimpinan adalah keseluruhan aktivitas dalam rangka mempengaruhi orang-orang agar mau bekerja sama untuk mencapai suatu tujuan yang memang diinginkan bersama.
Menurut Stephen P. Robbins (2001 : 39) memberikan definisi kepemimpinan sebagai suatu kemampuan untuk mempengaruhi suatu kelompok ke arah tercapainya tujuan.
Sedangkan menurut Keth Davis (1972 : 100) menyatakan bahwa kepemimpinan adalah kemampuan untuk mempengaruhi (membujuk) orang-orang lain untuk mencapai tujuan dengan antusias.

Dari beberapa definisi tentang kepemimpinan di atas dapat dikemukakan bahwa kepemimpinan adalah kemampuan tiap pimpinan dalam mempengaruhi dan menggerakkan bawahannya sedemikian rupa sehingga para bawahannya bekerja dengan rasa semangat dan bergairah, bersedia bekerjasama dan mempunyai disiplin yang tinggi, dimana para bawahan terikat dalam suatu kelompok secara bersama-sama untuk mencapai tujuan yang telah disepakati bersama.
Seorang pemimpin dikatakan mampu mengarahkan dan mempengaruhi bawahannya dilihat dari sikap perilaku, dan kepuasan dalam bekerja. Hal ini dapat dilihat dari karyawan itu sendiri yang menyukai, menghormati, mengagumi dan mempunyai komitmen yang kuat untuk melaksanakan permintaan dari kepemimpinan.

C. Kepemimpinan Dalam Organisasi
Ditinjau dari pendekatan situasional menyatakan bahwa sifat-sifat itu bukanlah satu-satunya hal yang menentukan derajat dan kualitas pimpinan, melainkan situasi dan lingkunganlah merupakan faktor penentunya. Maka, seseorang pemimpin yang efisien pada saat sekarang ini belum tentu mampu menjabat tugas kepemimpinan pada saat lain dengan kondisi-kondisi yang berbeda (Kartini Kartono, 1990)
Contohnya, seorang kapten pilot pesawat terbang yang mengalami pendaratan darurat di daerah rawa-rawa atau daerah hutan belukar, belum tentu mampu menjadi pemimpin untuk membawa para penumpangnya keluar dari daerah rawa tersebut. Dia akan menyerahkan kepemimpinan keluar dari daerah paya dan hutan kepada seseorang yang terbiasa hidup di daerah sedemikian itu.

Jadi, sifat-sifat fungsional kepemimpinan itu erat berkaitan dengan situasinya. Keadaan darurat dan kondisi lingkungan dapat mendorong seseorang untuk menjadi pemimpin dan melakukan tindakan-tindakan yang tepat dalam menanggapi tantangan situasinya. Apabila organisasi ada dalam keadaan kritis, maka akan muncul seorang pemimpin yang mampu mengatasi kemelut, yang sehari-harinya justru berfungsi sebagai anggota biasa. Dalam hal ini, ada kepercayaan yang datang dari luar/lingkungan untuk mengangkat pribadi yang bersangkutan sebagai pemimpin.

Jika penekanan tidak berlangsung pada sifat-sifat seseorang pemimpin, dan juga tidak terdapat penonjolan pada keinginan kelompok, namun ada penentuan dari pada relasi antara kemauan, kelompok dengan sifat-sifat pribadi pemimpin pada satu saat (situasi-situasi) tertentu, maka pendekatan semacam ini disebut sebagai pendekatan interaksionis. Sebagai contoh dari peristiwa yang terjadi di tanah air adalah peristiwa sebagai berikut : pada setiap departemen terdapat Inspektorat Jendral yang bertugas melaksanakan kontrol intern. Di samping itu pemerintah punya aparat khusus untuk mengawasi pelaksanaan anggaran, yaitu Direktorat Pengawasan Keuangan Negara, untuk mengawasi semua departemen. Juga ada Badan Pemeriksa Keuangan. Namun, oleh banyaknya ketidak beresan administrasi keuangan dan kurang efektifnya pengawasan, maka perlu dibentuk tim khusus “operasi tertib”, yaitu dengan diterimanya seseorang menjadi pimpinan dalam tim tersebut serta didukung oleh semua lapisan masyarakat dengan harapan agar administrasi negara bisa lebih tertib dan korupsi secara drastis bisa dikurangi.

Dalam situasi tersebut di atas, terdapat hubungan antara situasi, yaitu semrawutnya administrasi aparatur pemerintah dalam wilayah tanah air yang begitu luas, dengan harapan pimpinan pemerintahan, dan harapan segenap lapisan masyarakat yang menghendaki tindakan-tindakan tegas dan korektif. Dengan situasi dan kondisi sedemikian ini, seorang tokoh pemimpin dengan kemampuan dan kekuasaan khusus dapat mengatasi situasi yang cukup ruwet itu.

Dilain pihak organisasi sangat membutuhkan seorang pemimpin yang andal dalam membawa organisasinya menjadi lebih baik, misalnya Betti S. Alisjabhana, wanita pertama Indonesia yang diberikan kepercayaan oleh perusahaan asing IBM, untuk menjadi pemimpin perwakilan perusahaan IBM di Indonesia merupakan contoh seorang pemimpin yang dapat membawa perusahaan yang dipimpinnya mencapai hasil yang memuaskan, ditengah persaingan bidang Information Technology (IT) yang semakin berat. Sebagai orang yang dipercaya sebagai Presiden Direktur PT IBM Indonesia, Betty harus dapat membawa perusahaan ini agar dapat memperoleh hasil yang memuaskan dalam penjualan dan pemasaran perangkat keras, perangkat lunak, serta dapat memberikan pelayanan yang dibutuhkan pelanggan. Dengan strategi kepemimpinan yang diterapkan oleh Betti, hasil besar yang diperoleh oleh IBM Indonesia saat ini dapat diukur dengan kepuasan pelanggan yang semakin meningkat, dapat memperoleh kedudukan yang kompetitif dalam pasar, serta kepuasan karyawan IBM sendiri.


Sementara itu, Budi Setiadharma, Presiden Direktur PT Astra Internasional Tbk, mengatakan strategi kepemimpinan yang baik adalah mengetahui dengan baik apa yang menjadi kompetensi dari perusahaannya dan berusaha mengembangkan hal tersebut. Sebagai orang yang pernah membawa Astra keluar dari kesulitan akibat lilitan utang perusahaan yang besar, sementara kebijakan yang ada melarang adanya tambahan investasi, Budi berhasil mengefisienkan biaya-biaya yang harus dikeluarkan Astra, sehingga perusahaan tersebut dapat terus bertahan. (kompas.com, 25 Feb)

Menurut Budi, ada sembilan karakteristik pemimpin yang baik yaitu, adanya memiliki misi serta obsesi, keberanian untuk menjadi berbeda dan untuk mengambil resiko. Selain itu, seorang pemimpin juga harus dapat mendorong anak buahnya untuk mencapai visi dan misinya. Memiliki integritas, komitmen, kerjasama yang baik dalam tim, memiliki kepekaan terhadap dunia bisnis, serta dapat membangun image yang baik di luar perusahaan.


D. Penutup
Kepemimpinan adalah suatu aktivitas untuk mempengaruhi perilaku orang lain agar mereka mau diarahkan untuk mencapai tujuan tertentu. Untuk mencapai tujuan tersebut kerja sama dalam suatu organisasi mengharuskan setiap anggota mengetahui secara tepat dan jelas mengenai tugas dan tanggung jawabnya, sesuai dengan posisi/jabatannya masing-masing. Kejelasan itu akan memungkinkan setiap anggota organisasi ikut berperan serta secara maksimal dalam melaksanakan kegiatan dibidangnya, yang akan ikut memberikan sumbangan bagi tercapainya tujuan bersama.

Dengan kreativitas dan inisiatif yang disalurkan oleh pimpinan organisasi, berarti setiap anggota memperoleh peluang untuk mewujudkan kemampuannya secara maksimal. Kemampuan tersebut akan mengantarkan seorang anggota organisasi pada sukses atas dasar prestasinya yang akan mempengaruhi dan meningkatkan karirnya di lingkungan organisasinya. Untuk itu pimpinan harus mampu mendorong berlangsungnya persingan yang jujur dan sportif, yang memungkinkan organisasi berkembang secara dinamis.

Pemimpin tidak selalu menentukan keberhasilan organisasi, karena untuk mencapai keberhasilan di dalam organisasi, pemimpin sangat membutuhkan orang lain, anak buah dan staf. Tanpa dukungan, bantuan dan kerjasama orang lain mustahil pemimpin dapat menggiring organisasi meraih kemajuan. Hanya saja, keputusan-keputusan penting memang sepenuhnya ada di tangan pemimpin. Tetapi dalam mengambil keputusan, sebelumnya pemimpin tetap melibatkan pendapat anak buah.

Sejarah Perkembangan Windows

Jumat, 27 November 2009

Sejarah Perkembangan Windows

Sistem operasi Windows telah berevolusi dari MS-DOS, sebuah sistem operasi yang berbasis modus teks dan command-line. Windows versi pertama, Windows Graphic Environment 1.0 pertama kali diperkenalkan pada 10 November 1983, tetapi baru keluar pasar pada bulan November tahun 1985 yang dibuat untuk memenuhi kebutuhan komputer dengan tampilan bergambar. Windows 1.0 merupakan perangkat lunak 16-bit tambahan (bukan merupakan sistem operasi) yang berjalan di atas MS-DOS (dan beberapa varian dari MS-DOS), sehingga ia tidak akan dapat berjalan tanpa adanya sistem operasi DOS. Versi 2.x, versi 3.x juga sama. Beberapa versi terakhir dari Windows (dimulai dari versi 4.0 dan Windows NT 3.1) merupakan sistem operasi mandiri yang tidak lagi bergantung kepada sistem operasi MS-DOS. Microsoft Windows kemudian bisa berkembang dan dapat menguasai penggunaan sistem operasi hingga mencapai 90%.
Dimulai dari DosShell for DOS 6 buatan Microsoft dan inginnya Microsoft bersaing terhadap larisnya penjualan Apple Macintosh yang menggunakan GUI, Microsoft menciptakan Windows 1.0. Nama ini berasal dari kelatahan karyawan Microsoft yang menyebut nama aplikasi tersebut sebagai Program Windows (Jendela Program). Windows versi 2 adalah versi Windows pertama yang bisa diinstal program. Satu-satunya program yang bisa ditambahkan adalah Microsoft Word versi 1. Windows versi 3 menjanjikan aplikasi tambahan yang lebih banyak, kelengkapan penggunaan, kecantikan user interface atau antarmuka dan mudahnya konfigurasi. Windows versi 3.1 adalah versi Windows yang bisa mengoptimalisasi penggunaannya pada prosesor 32-bit Intel 80386 ke atas. Windows versi 3.11 adalah versi Windows terakhir sebelum era Start Menu. Windows 3.11 pun adalah versi Windows pertama yang mendukung networking/jaringan. Versi Hibrida dapat dijalankan tanpa MS-DOS. Versi Hibrida tersebut menginstalasi dirinya sendiri dengan DOS 7. Tidak seperti Windows versi 16-bit yang merupakan shell yang harus diinstalasi melalui DOS terlebih dahulu. Aplikasinya pun berbeda. Meskipun Windows 9X dapat menjalankan aplikasi Windows 16-bit, namun Windows 9X memiliki grade aplikasi sendiri – X86-32, Windows 9X sangat terkenal dengan BSOD (Blue Screen of Death).
1.1 Versi-versi Windows :
16-bit, berjalan di atas MS-DOS
1985 November – Windows 1.0
 1987 9 Desember – Windows 2.0
 1990 22 Mei – Windows 3.0
 1992 Agustus – Windows 3.1
 1992 Oktober – Windows for Workgroups 3.1
 1993 November – Windows for Workgroups 3.11
 Hibrida (16-bit/32-bit), berjalan tanpa MS-DOS (meski tidak sepenuhnya)
 1995 24 Agustus – Windows 95 (Versi: 4.00.950)
 1998 25 Juni – Windows 98 (Versi: 4.1.1998)
 1999 5 Mei – Windows 98 Second Edition (Versi: 4.1.2222)
 2000 19 Juni – Windows Millennium Edition (Me) (Versi: 4.9.3000)
 Berbasis kernel Windows NT
 1993 Agustus – Windows NT 3.1
 1994 September – Windows NT 3.5
 1995 Juni – Windows NT 3.51
 1996 29 Juli – Windows NT 4.0
 2000 17 Februari – Windows 2000 (Versi: NT 5.0.2195)
 2002 – Windows XP (Versi: NT 5.1.2600)
 2003 – Windows Server 2003 (Versi: NT 5.2.3790)
 2006 – Windows Vista (Versi 6.0 Build 6000)
 2007 – Windows Home Server (Versi 6.0.1800.24)
 2008 – Windows Server 2008 (Versi 6.1)
 2009 – Windows 7 (Versi 6.1)

Windows 1.0
Versi pertama Microsoft Windows, yang disebut dengan Windows 1.0, dirilis pada tanggal 20 November 1985. Versi ini memiliki banyak kekurangan dalam beberapa fungsionalitas, sehingga kurang populer di pasaran. Pada awalnya Windows versi 1.0 ini hendak dinamakan dengan Interface Manager, akan tetapi Rowland Hanson, kepala bagian pemasaran di Microsoft Corporation, meyakinkan para petinggi Microsoft bahwa nama “Windows” akan lebih “memikat” konsumen. Windows 1.0 bukanlah sebuah sistem operasi yang lengkap, tapi hanya memperluas kemampuan MS-DOS dengan tambahan antarmuka grafis. Selain itu, Windows 1.0 juga memiliki masalah dan kelemahan yang sama yang dimiliki oleh MS-DOS.

Lebih jauh lagi, Apple yang menuntut Microsoft membuat Microsoft membatasi kemampuannya. Sebagai contoh, jendela-jendela di dalam Windows 1.0 hanya dapat ditampilkan di layar secara “tile” saja, sehingga jendela tersebut tidak dapat saling menimpa satu sama lainnya. Selain itu, tidak ada semacam tempat yang digunakan untuk menyimpan berkas sebelum dihapus (Recycle Bin), karena memang Apple berkeyakinan bahwa mereka memiliki hak terhadap paradigma tersebut. Microsoft pun kemudian membuang limitasi tersebut dari Windows dengan menandatangani perjanjian lisensi dengan Apple.

Windows 2.x
Windows versi 2 pun muncul kemudian pada tanggal 9 Desember 1987, dan menjadi sedikit lebih populer dibandingkan dengan pendahulunya. Sebagian besar populeritasnya didapat karena kedekatannya dengan aplikasi grafis buatan Microsoft, Microsoft Excel for Windows dan Microsoft Word for Windows. Aplikasi-aplikasi Windows dapat dijalankan dari MS-DOS, untuk kemudian memasuki Windows untuk melakukan operasinya, dan akan keluar dengan sendirinya saat aplikasi tersebut ditutup.

Microsoft Windows akhirnya memperoleh peningkatan signifikan saat Aldus PageMaker muncul dalam versi untuk Windows, yang sebelumnya hanya dapat berjalan di atas Macintosh. Beberapa ahli sejarahwan komputer mencatat ini sebagai kemunculan sebuah aplikasi yang laku secara signifikan selain buatan Microsoft sebagai awal kesuksesan Microsoft Windows.

Windows versi 2.0x menggunakan model memori modus real, yang hanya mampu mengakses memori hingga 1 megabita saja. Dalam konfigurasi seperti itu, Windows dapat menjalankan aplikasi multitasking lainnya, semacam DESQview, yang berjalan dalam modus terproteksi yang ditawarkan oleh Intel 80286.

Windows 2.1x
Selanjutnya, dua versi yang baru dirilis, yakni Windows/286 2.1 dan Windows/386 2.1. Seperti halnya versi Windows sebelumnya, Windows/286 menggunakan model memori modus real, tapi merupakan versi yang pertama yang mendukung High Memory Area (HMA). Windows/386 2.1 bahkan memiliki kernel yang berjalan dalam modus terproteksi dengan emulasi Expanded Memory Specification (EMS) standar Lotus-Intel-Microsoft (LIM), pendahulu spesifikasi Extended Memory Specification (XMS) yang kemudian pada akhirnya mengubah topologi komputasi di dalam IBM PC. Semua aplikasi Windows dan berbasis DOS saat itu memang berjalan dalam modus real, yang berjalan di atas kernel modus terproteksi dengan menggunakan modus Virtual 8086, yang merupakan fitur baru yang dimiliki oleh Intel 80386.

Versi 2.03 dan kemudian versi 3.0 mendapatkan tuntutan dari Apple karena memang versi 2.1 ini memiliki modus penampilan jendela secara cascade (bertumpuk), selain beberapa fitur sistem operasi Apple Macintosh yang “ditiru” oleh Windows, utamanya adalah masalah tampilan/look and feel. Hakim William Schwarzer akhirnya membatalkan semua 189 tuntutan tersebut, kecuali 9 tuntutan yang diajukan oleh Apple terhadap Microsoft pada tanggal 5 Januari 1989.

Windows 3.0
Microsoft Windows akhirnya mencapai kesuksesan yang sangat signifikan saat menginjak versi 3.0 yang dirilis pada tahun 1990. Selain menawarkan peningkatan kemampuan terhadap aplikasi Windows, Windows 3.0 juga mampu mengizinkan pengguna untuk menjalankan beberapa aplikasi MS-DOS secara serentak (multitasking), karena memang pada versi ini telah diperkenalkan memori virtual. Versi ini pulalah yang menjadikan IBM PC dan kompatibelnya penantang serius terhadap Apple Macintosh. Hal ini disebabkan dari peningkatan performa pemrosesan grafik pada waktu itu (dengan adanya kartu grafis Video Graphics Array (VGA)), dan juga modus terproteksi/modus 386 Enhanced yang mengizinkan aplikasi Windows untuk memakai memori lebih banyak dengan cara yang lebih mudah dibandingkan dengan apa yang ditawarkan oleh MS-DOS.

Windows 3.0 dapat berjalan di dalam tiga modus, yakni modus real, modus standar, dan modus 386 Enhanced, dan kompatibel dengan prosesor-prosesor keluarga Intel dari Intel 8086/8088, 80286, hingga 80386. Windows 3.0 akan mencoba untuk mendeteksi modus mana yang akan digunakan, meski pengguna dapat memaksa agar Windows bekerja dalam modus tertentu saja dengan menggunakan switch-switch tertentu saat menjalankannya

• win /r: memaksa Windows untuk berjalan di dalam modus real
• win /s: memaksa Windows untuk berjalan di dalam modus standar
• win /3: memaksa Windows untuk berjalan di dalam modus 386 Enhanced.

Versi 3.0 juga merupakan versi pertama Windows yang berjalan di dalam modus terproteksi, meskipun kernel 386 enhanced mode merupakan versi kernel yang ditingkatkan dari kernel modus terproteksi di dalam Windows/386.

Karena adanya fitur kompatibilitas ke belakang, aplikasi Windows 3.0 harus dikompilasi dengan menggunakan lingkungan 16-bit, sehingga sama sekali tidak menggunakan kemampuan mikroprosesor Intel 80386, yang notabene adalah prosesor 32-bit.
Windows 3.0 juga hadir dalam versi “multimedia”, yang disebut dengan Windows 3.0 with Multimedia Extensions 1.0, yang dirilis beberapa bulan kemudian. Versi ini dibundel dengan keberadaan “multimedia upgrade kit”, yang terdiri atas drive CD-ROM dan sebuah sound card, seperti halnya Creative Labs Sound Blaster Pro. Versi ini merupakan perintis semua fitur multimedia yang terdapat di dalam versi-versi Windows setelahnya, seperti halnya Windows 3.1 dan Windows for Workgroups, dan menjadi bagian dari spesifikasi Microsoft Multimedia PC.

Fitur-fitur yang disebutkan di atas dan dukungan pasar perangkat lunak aplikasi yang semakin berkembang menjadikan Windows 3.0 sangat sukses di pasaran. Tercatat, dalam dua tahun sebelum dirilisnya versi Windows 3.1, Windows 3.0 terjual sebanyak 10 juta salinan. Akhirnya, Windows 3.0 pun menjadi sumber utama pemasukan Microsoft, dan membuat Microsoft melakukan revisi terhadap beberapa rencana awalnya.

Windows 3.1
Sebagai respons dari dirilisnya IBM OS/2 versi 2.0 ke pasaran, Microsoft mengembangkan Windows 3.1, yang menawarkan beberapa peningkatan minor terhadap Windows 3.0 (seperti halnya kemampuan untuk menampilkan font TrueType Fonts, yang dikembangkan secara bersama-sama dengan Apple), dan juga terdapat di dalamnya banyak sekali perbaikan terhadap bug dan dukungan terhadap multimedia. Versi 3.1 juga menghilangkan dukungan untuk modus real, sehingga hanya berjalan pada modus terproteksi yang hanya dimiliki oleh mikroprosesor Intel 80286 atau yang lebih tinggi lagi. Microsoft pun pada akhirnya merilis Windows 3.11, yang merupakan versi Windows 3.1 yang mencakup semua tambalan dan perbaikan yang dirilis setelah Windows 3.1 diluncurkan pada tahun 1992.

Windows for Workgroups
Kira-kira pada waktu yang sama, Microsoft merilis Microsoft Windows for Workgroups, yang tersedia baik sebagai tambahan untuk Windows 3.1 dan sebagai sebuah versi yang tercakup di dalamnya lingkungan dasar Windows dan tambahan kemampuan jaringan di dalam sebuah paket. Windows for Workgroups mencakup driver jaringan komputer dan stack protokol yang lebih baik, dan juga mendukung jaringan secara peer-to-peer. Salah satu download opsional untuk Windows for Workgroups adalah stack protokol TCP/IP dengan nama kode “Wolverine”, yang mengizinkan akses ke Internet melalui jaringan korporat. Windows for Workgroups dirilis dalam dua versi, Windows for Workgroups 3.1 dan Windows for Workgroups 3.11. Tidak seperti versi-versi Windows sebelumnya, Windows for Workgroups 3.11 hanya berjalan di dalam modus 386 Enhanced, dan membutuhkan setidaknya mesin dengan prosesor Intel 80386SX. Semua versi tersebut terus menerus meningkatkan laju penjualan Windows versi 3.x. Meskipun Windows 3.1x masih memiliki banyak kekurangan, yang sebelumnya telah dikoreksi oleh OS/2, seperti nama berkas yang panjang (melebihi 11 karakter, dalam format 8.3), desktop, atau proteksi sistem terhadap kelakuan aplikasi yang tidak diinginkan, Microsoft secara cepat mengambil alih pasar GUI di pangsa pasar desktop untuk IBM PC dan kompatibelnya. Windows API pun menjadi standar de-facto untuk perangkat lunak konsumen.

Windows 95
Setelah Windows 3.11, Microsoft mulai memulai pengembangan sebuah versi Windows yang berorientasi kepada pengguna yang diberi nama kode Chicago. Chicago didesain agar mmeiliki dukungan terhadap multitasking secara pre-emptive 32-bit seperti halnya yang terdapat di dalam OS/2 dan Windows NT, meskipun kernel 16-bit masih terdapat di dalamnya demi alasan kompatibilitas ke belakang. Win32 API yang pertama kali diperkenalkan pada Windows NT pun diadopsi sebagai sebuah standar antarmuka pemrograman baru yang berbasis 32-bit, dengan kompatibilitas Win16 juga dipertahankan dengan menggunakan sebuah teknik yang dinamakan dengan “thunking”. GUI yang baru juga dimiliki oleh sistem operasi, meskipun pada awalnya Microsoft tidak merencanakannya sebagai bagian dari sistem operasi saat dirilis. Memang beberapa elemen antarmuka pengguna yang dimiliki oleh Cairo dipinjam dan ditambahkan kepada sistem operasi tersbut sebagai aspek lainnya dari versi itu (khususnya fitur Plug and Play).
Microsoft tidak mengganti semua kode Windows menjadi 32-bit; banyak bagian di dalamnya masih berupa 16-bit (meskipun tidak menggunakan modus real secara langsung), demi alasan kompatibilitas ke belakang, kinerja, dan waktu pengembangan. Hal ini dan fakta bahwa banyaknya kelemahan dalam desain versi-versi Windows sebelumnya, membuat sistem operasi yang baru ini terganggu efisiensi dan stabilitasnya.
Akhirnya, bagian marketing Microsoft menggunakan nama Windows 95 sebagai nama produk bagi Chicago, saat dirilis pada tanggal 24 Agustus 1995. Microsoft memiliki dua keuntungan dari peluncuran ini: 1) adalah mustahil bagi para konsumen untuk menjalankan Windows 95 pada sistem operasi DOS bukan buatan Microsoft yang jauh lebih murah; 2) meskipun jejak-jejak DOS tidaklah pernah dicabut dari sistem operasi tersebut, malahan versi tersebut menancapkan sebuah versi DOS untuk dimuat sebagai bagian dari proses booting, Windows 95 berjalan dengan sendirinya di dalam modus 386 Enhanced, dengan menggunakan memori virtual dan model pengalamatan memori flat 32-bit. Fitur-fitur itu menjadikan aplikasi Win32 untuk mengalamatkan RAM virtual sebanyak maksimal 2 gigabyte (dengan 2 gigabyte sisanya dicadangkan untuk sistem operasi), dan dalam teorinya mencegah aplikasi tersebut untuk mengganggu ruangan memori yang dimiliki oleh aplikasi Win32 lainnya tanpa adanya persetujuan dari sistem operasi. Dalam hal ini, memang fungsionalitas Windows 95 mendekati apa yang dimiliki oleh Windows NT, meskipun Windows 95/98/Me tidak mendukung memori melebihi 512 megabyte tanpa menyunting konfigurasi sistem yang merepotkan.
Di balik kesuksesan Microsoft, IBM terus melanjutkan pasar OS/2, dengan memproduksi OS/2 versi 3.0 dan OS/2 Warp (versi 4.0). IBM merespons keluhan yang diajukan oleh para konsumen mengenai kebutuhan perangkat keras komputer yang tinggi yang diminta oleh OS/2 versi 2.0, OS/2 versi 3.0 pun dibuat jauh lebih ramping dengan melakukan optimalisasi pada ukuran dan kecepatan. Sebelum Windows 95 dirilis, OS/2 Warp 3.0 bahkan telah dibundel dalam beberapa penyedia perangkat keras mayor di Jerman. Akan tetapi, dengan dirilisnya Windows 95, OS/2 lagi-lagi kehilangan pangsa pasarnya kembali, diambil alih oleh Windows 95.
Mungkin tidak mungkin untuk mencari tahu apa alasan mengapa OS/2 gagal dalam mendapatkan pangsa pasar yang besar. Walaupun OS/2 terus dapat menjalankan aplikasi Windows 3.1, sebenarnya sudah tidak ada yang kekurangan lagi, kecuali pada sebagian kecil dari Windows API yang disebut Win32s. Tidak seperti Windows 3.1, IBM tidak memiliki akses terhadap kode sumber Windows 95 dan tidak mau menggunakan waktu dan sumber daya yang ada untuk melakukan emulasi terhadap Win32 API. IBM juga memperkenalkan OS/2 pada kasus Amerika Serikat versus Microsoft, dengan menyalahkan taktik marketing pada bagian Microsoft, tapi banyak orang mungkin setuju bahwa masalah di dalam bagian marketing IBM lah dan dukungannya yang sangat kurang dari para pengembang perangkat lunak yang meyebabkan kegagalan-kegagalan OS/2.
Sebelum menggantinya dengan versi Windows yang baru, Microsoft merilis Windows 95 dalam lima versi berbeda, yakni sebagai berikut:
• Windows 95 – rilis yang sebenarnya dari Windows 95
• Windows 95 A – mencakup pembaruan Windows 95 Original Service Release 1 (OSR1) yang dimasukkan secara langsung terhadap instalasi.
• Windows 95 B – mencakup beberapa pembaruan mayor lainnya, seperti halnya sistem berkas FAT32, dan Internet Explorer 3.0. Versi ini juga dikenal dengan Windows 95 OSR2, atau banyak orang di Indonesia menyebutnya sebagai Windows 97.
• Windows 95 B USB – atau Windows 95 OSR2.1 merupakan versi Windows 95 yang menawarkan dukungan terhadap perangkat keras berbasis bus Universal Serial Bus/USB.
• Windows 95 C – atau Windows 95 OSR2.5 mencakup semua fitur di atas, ditambah Internet Explorer 4.0. Versi ini merupakan versi yang paling terakhir dirilis dari seri Windows 95.
Windows 95 OSR2, OSR2.1 dan OSR2.5 tidaklah dirilis untuk publik, akan tetapi hanya kepada OEM saja yang mau menggunakan sistem operasi tersebut ke dalam komputer buatannya. Beberapa perusahaan OEM bahkan menjual hard disk baru dengan sistem operasi Windows 95 OSR2 di dalamnya.
Selain fitur yang terkandung di dalam Windows 95, Microsoft juga memperkenalkan Microsoft Plus! for Windows 95 yang mencakup beberapa fitur tambahan yang tidak dimiliki oleh Windows 95.

Windows 98
Pada 25 Juni 1998, Microsoft merilis sebuah sistem operasi Windows baru, yang dikenal sebagai Windows 98. Windows 98 dianggap sebagai revisi minor terhadap Windows 95, tapi secara umum dilihat jauh lebih stabil dan dapat diandalkan dibandingkan dengan pendahulunya, Windows 95. Windows 98 mencakup banyak driver perangkat keras baru dan dukungan sistem berkas FAT32 yang lebih baik yang mengizinkan partisi untuk memiliki kapasitas lebih besar dari 2 gigabyte, sebuah batasan yang terdapat di dalam Windows 95. Dukungan USB di dalam Windows 98 pun juga jauh lebih baik dibandingkan dengan pendahulunya.
Windows 98 mengundang kontroversi saat Microsoft memasukkan penjelajah web Microsoft Internet Explorer ke dalam sistem operasi dan tidak dapat dicabut, sehingga menjadikan Windows Explorer dan GUI Windows mampu menampilkan direktori seolah-olah halaman web. Hal ini membuka kasus baru, yang disebut sebagai Amerika Serikat versus Microsoft, yang menanyakan mengapa Microsoft repot-repot menjaga dominasinya di dalam sistem operasi komputer pribadi untuk berkompetisi dengan para pesaingnya seperti Netscape dan IBM dengan cara yang tidak jujur.
Pada tahun 1999, Microsoft merilis Windows 98 Second Edition, sebuah rilis yang menawarkan banyak peningkatan dibandingkan versi sebelumnya. Internet Connection Sharing, yang merupakan sebuah bentuk dari Network Address Translation, yang mengizinkan beberapa mesin di dalam sebuah jaringan lokal agar dapat menggunakan satu buah jalur koneksi Internet bersama-sama pun diperkenalkan pada versi ini. Banyak masalah minor di dalam Windows yang lama telah dikoreksi, yang menjadikan Windows 98 menurut banyak orang sebagai sebuah versi Windows 9x yang paling stabil di antara semua versi Windows 9x lainnya.

Windows Millennium Edition (ME)
Pada bulan September 2000, Microsoft memperkenalkan Windows Millennium Edition (dikenal juga dengan sebutan Windows Me atau Windows ME). Versi ini memperbarui Windows 98 dengan dukungan multimedia dan Internet yang lebih baik. Versi ini juga memasukkan fitur “System Restore,” yang mengizinkan para penggunanya untuk mengembalikan keadaan sistem ke sebuah titik yang dikenal baik-baik saja, pada saat sistem operasi mengalami kegagalan. System Restore menjadi fitur yang masih dipertahankan pada Windows XP. Versi ini juga memperkenalkan Windows Movie Maker versi pertama.
Windows Me dibuat dalam waktu yang singkat, kira-kira hanya satu tahun, yang ditujukan hanya untuk mengisi kekosongan rilis antara Windows 98 dan Windows XP sebagai sistem operasi untuk kelas rumahan. Fitur-fitur yang terdapat di dalam Windows Me (seperti Internet Explorer 5.5, Windows Media Player 7.0, dan Microsoft DirectX 7.1) bahkan bisa diperoleh secara gratis dari situs Windows Update, kecuali System Restore. Hasilnya, Windows Me pun tidak dianggap sebagai sebuah sistem operasi yang unik di antara saudara-saudaranya dari keluarga Windows 9x, Windows 95 dan Windows 98. Windows Me juga dikritik karena munculnya masalah kestabilan, dan juga dukungan terhadap MS-DOS yang berjalan di dalam modus real. Orang-orang bahkan menyebut Windows Me sebagai Windows Mistake Edition.
Windows Me merupakan sistem operasi terakhir yang dibuat berdasarkan kernel monolithic Windows 9x dan MS-DOS. Versi ini pun menjadi versi terakhir sistem operasi Windows yang tidak memiliki Windows Product Activation (WPA).

Windows NT
Selama waktu itu, Microsoft terus melanjutkan pengembangan sistem operasi yang barunya, yang disebut dengan Windows NT. Arsitek utama dari Windows NT adalah Dave Cutler, yang merupakan salah satu dari pemimpin arsitek sistem operasi VMS di perusahaan Digital Equipment Corporation (DEC), yang kemudian dibeli oleh Compaq yang sekarang bagian dari Hewlett-Packard. Microsoft merekrut Cutler pada tahun 1988 untuk membuat sebuah versi OS/2 yang bersifat portabel, tapi akhirnya Cutler malahan membuat sistem operasi baru.
Sebelum pindah ke Microsoft, Cutler sebenarnya sedang membuat sebuah sistem operasi penerus VMS di DEC, yang disebut dengan Mica. Dan pada saat petinggi DEC menggagalkan proyek tersebut, ia keluar dari DEC dan membawa banyak pekerja ahli bersamanya ke Microsoft. DEC memiliki keyakinan bahwa Cutler membawa kode Mica untuk digunakan oleh Microsoft dan menuntutnya. Akhirnya, Microsoft pun kalah dan pada akhirnya disuruh membayar 150 juta dolar Amerika dan memiliki kesepakatan untuk mendukung chip CPU baru buaan DEC, DEC Alpha, yang kala itu tercatat sebagai sebuah chip tercepat, agar dapat berjalan di dalam Windows NT.
Windows NT 3.1 (bidang pemasaran Microsoft menghendaki Windows NT agar terlihat sebagai kelanjutan dari Windows 3.1) akhirnya muncul pertama kali dalam bentuk Beta bagi para pengembang perangkat lunak pada bulan Juli 1992 dalam sebuah perhelatan Professional Developers Conference (PDC) yang dilangsungkan di San Fransisco, California, Amerika Serikat. Microsoft juga mengumumkan keinginannya untuk mengembangkan sebuah sistem operasi penerus bagi Windows NT sekaligus juga pengganti Windows 3.1 pada konferensi tersebut (yang diberi nama kode Chicago), yang kemudian akan menyatukan keduanya ke dalam sebuah sistem operasi yang padu. Sistem operasi tersebut diberi nama Cairo.
Dukungan device driver untuk Windows NT juga kurang begitu banyak karena memang mengembangkan driver untuk Windows NT dianggap rumit oleh beberapa pengembang, selain tentunya Windows NT juga memiliki superioritas dalam model abstraksi perangkat kerasnya. Masalah ini telah menghantui semua versi Windows NT hingga Windows NT 5.0 (Windows 2000) keluar ke pasaran. Para programmer pun mengeluh bahwa mengembangkan device driver untuk Windows NT adalah sesuatu hal yang rumit, dan para pengembang perangkat keras juga tidak mau mengambil risiko untuk mengembangkan device driver untuk sebuah sistem operasi yang memiliki pangsa pasar terbatas. Selain itu, meskipun Windows NT menawarkan performa yang baik dan mampu mengekspolitasi sumber daya sistem secara lebih efisien, dalam beberapa sistem dengan perangkat keras terbatas, Windows NT dianggap sebagai sistem yang boros sumber daya. Hal ini mengakibatkan munculnya opini publik bahwa Windows NT hanya cocok untuk mesin-mesin yang besar dan juga jauh lebih mahal (seperti halnya workstation dengan DEC Alpha atau Intel Pentium yang kala itu memang masih baru). Windows NT juga tidak dapat bekerja untuk pengguna pribadi karena kebutuhan sumber dayanya yang tinggi. Selain itu, GUI yang digunakannya hanyalah salinan dari GUI Windows 3.1, yang masih kalah jauh jika dibandingkan dengan Workplace Shell milik OS/2, sehingga alasan Windows NT merupakan pengganti bagi Windows 3.1 tidaklah masuk akal.
Akan tetapi, fitur-fitur tersebutlah yang membuat Windows NT pilihan yang sempurna untuk pangsa pasar server jaringan lokal (LAN), yang pada tahun 1993 sedang mengalami booming besar-besaran, seiring dengan komoditas jaringan di dalam kantor telah meningkat secara drastis. Fitur-fitur jaringan dalam Windows NT menawarkan beberapa pilihan konektivitas jaringan yang luas dan juga tentunya sistem berkas NTFS yang efisien. Windows NT 3.51 merupakan primadona Microsoft saat terjun ke pasar ini, yang kemudian mengambil alih sebagian besar pangsa pasar yang sebelumnya dimiliki oleh Novell Netware beberapa tahun ke depan.
Salah satu peningkatan terbesar dari Windows NT adalah Application Programming Interface (API) 32-bit yang baru, yang dibuat untuk menggantikan Windows API 16-bit yang sudah lama. API 32-bit ini dinamakan dengan Win32 API, dan dari sanalah Microsoft menyebut API 16-bit yang lama sebagai Win16. Win32 API memiliki tiga buah implementasi utama: satu untuk Windows NT (yang merupakan Win32 API terlengkap dengan dukungan ANSI ataupun Unicode), satu untuk Win32s (yang merupakan bagian dari Win32 yang dapat digunakan di atas sistem Windows 3.1), dan juga satu lagi untuk Chicago (yang hanya mendukung ANSI). Hal ini menyebabkan kompatibilitas yang tinggi antara Chicago dan Windows NT, meskipun pada dasarnya kedua sistem tersebut adalah sangat jauh berbeda jika dilihat dari arsitektur dasarnya.
Windows NT merupakan sistem operasi Windows pertama yang dibuat dengan menggunakan kernel hibrida, setelah pada versi-versi sebelumnya hanya menggunakan kernel monolithic saja.

Windows NT 4.0
Microsoft merilis Windows NT 4.0, sebagai penerus Windows NT 3.x yang sukses mengancam dominasi Novell Netware dan UNIX di pasar korporat. Windows NT 4.0 ini pada awalnya dikembangkan sebagai sebuah bagian dari usaha untuk memperkenalkan Windows NT kepada pasar workstation. NT 4.0 memiliki antarmuka yang sama dengan Windows 95, tetapi menggunakan kernel yang sama dengan Windows NT, sehingga lebih stabil. Memang, ada sebuah patch tambahan yang tersedia untuk Windows NT 3.51 yang mampu membuat NT 3.51 agar mirip seperti NT 4.0, tapi sangat tidak stabil dan memiliki banyak bug. Antarmuka pengguna tersebut pada awalnya memang dikembangkan di atas Windows NT, tapi karena Windows 95 dirilis terlebih dahulu sebelum NT 4.0, maka orang cenderung berpikir “Windows NT 4.0 adalah jiplakan dari Windows 95.”
Windows NT 4.0 datang dalam empat versi:
• Windows NT 4.0 Workstation
• Windows NT 4.0 Server
• Windows NT 4.0 Server, Enterprise Edition (yang mencakup dukungan terhadap clustering dan SMP hingga 8-way)
• Windows NT 4.0 Terminal Server

Windows 2000
Microsoft merilis Windows 2000 pada 17 Februari 2000, sebuah versi yang sebelumnya dikenal dengan sebutan Windows NT 5.0 atau “NT 5.0″. Versi Windows 2000 ditujukan untuk dua pangsa pasar, yakni pangsa pasar workstation dan juga pangsa pasar server.
Di antara fitur-fitur Windows 2000 yang paling signifikan adalah Active Directory, sebuah model jaringan pengganti model jaringan NT domain, yang menggunakan teknologi yang merupakan standar industri, seperti Domain Name System (DNS), Lightweight Directory Access Protocol (LDAP), dan Kerberos untuk menghubungkan antara sebuah mesin ke mesin lainnya. Windows Terminal Services juga, yang pada Windows NT 4.0 hanya terdapat di dalam satu produk saja, pada Windows 2000 terdapat dalam semua versi server. Fitur-fitur baru yang diadopsi dari Windows 98 juga ditanamkan di dalamnya, seperti Device Manager yang telah ditingkatkan (dengan menggunakan Microsoft Management Console), Windows Media Player, dan DirectX 6.1 (yang memungkinkan sistem operasi berbasis kernel Windows NT untuk menjalankan game). Windows 2000 juga merupakan versi Windows berbasis kernel NT terakhir yang tidak mengharuskan penggunanya untuk melakukan aktivasi terhadapnya.
Windows 2000 tersedia dalam enam edisi, yakni:
• Windows 2000 Professional
• Windows 2000 Server
• Windows 2000 Advanced Server
• Windows 2000 Datacenter Server
• Windows 2000 Advanced Server Limited Edition
• Windows 2000 Datacenter Server Limited Edition

Windows XP
Pada tahun 2001, Microsoft memperkenalkan Windows XP (yang memiliki nama kode “Whistler” selama pengembangan. Akhirnya, setelah merilis beberapa versi Windows berbasis Windows 9x dan NT, Microsoft berhasil menyatukan kedua jajaran produk tersebut. Windows XP menggunakan kernel Windows NT 5.1, sehingga menjadikan kernel Windows NT yang terkenal dengan kestabilannya memasuki pasar konsumen rumahan, untuk menggantikan produk Windows 9x yang berbasis 16/32-bit yang sudah menua.
Windows XP merupakan versi sistem operasi Windows yang paling lama (paling tidak hingga saat ini), karena memang berkisar dari tahun 2001 hingga tahun 2007, saat Windows Vista dirilis ke konsumen. Jajaran sistem operasi Windows XP akhirnya diteruskan oleh Windows Vista pada 30 Januari 2007.
Windows XP tersedia dalam beberapa versi:
• Windows XP Home Edition, yang ditujukan untuk pasar desktop dan laptop rumahan.
• Windows XP Home Edition N, sama seperti Home Edition yang biasa, tapi tidak memiliki Windows Media Player, karena memang peraturan Uni Eropa tidak memperbolehkannya.
• Windows XP Professional, yang ditujukan bagi para power user dan pebisnis.
• Windows XP Professional N, sama seperti Professional Edition, tapi tidak memiliki Windows Media Player, karena peraturan Uni Eropa tidak mengizinkannya.
• Windows XP Media Center Edition (MCE), dirilis pada bulan November 2002, merupakan Windows XP Home Edition yang ditujukan untuk dektop dan laptop dengan penekanan pada hiburan rumahan.
O Windows XP Media Center Edition 2003
O Windows XP Media Center Edition 2004
O Windows XP Media Center Edition 2005, yang dirilis pada 12 Oktober 2004.
• Windows XP Tablet PC Edition, yang ditujukan untuk PC Tablet (PC dengan layar sentuh)
O Windows XP Tablet PC Edition 2005
• Windows XP Embedded, yang ditujukan untuk sistem benam (embedded system)
• Windows XP Starter Edition, yang ditujukan untuk para pengguna komputer di beberapa negara berkembang.
• Windows XP Professional x64 Edition, yang dirilis pada 25 April 2005 untuk sistem-sistem rumahan dan workstation yang menggunakan prosesor 64-bit yang berbasiskan set instruksi x86-64 (AMD64 atau Intel EM64T).
• Windows XP 64-bit Edition, merupakan sebuah versi Windows XP yang ditujukan untuk jajaran prosesor Intel Itanium, yang mempertahankan kompatibilitas dengan aplikasi 32-bit dengan menggunakan emulator perangkat lunak. Versi ini sama saja dengan Windows XP Professional, dari segi fitur-fiturnya. Produk ini dihentikan pada bulan September 2005 saat vendor terakhir workstation berbasis prosesor Itanium menghentikan produk-produknya sebagai “workstation”, karena memang mereka cenderung memfokuskan Itanium sebagai basis komputer server.

Kelebihan Windows

* User friendly dibandingkan dengan sistem operasi yang lain
* Instalasi software masih mudah dibandingkan dengan instalasi di sistem operasi yang lain
* Banyak software berbasis Windows
* Dukungan driver yang lebih banyak

Banyak orang pakai Windows sehingga banyak perusahan membuat aplikasinya menggunakan dasar Windows. Ada beberapa aplikasi yang hanya ada di Windows dan tidak di OS yang lainnya. Bahkan beberapa aplikasi vital dunia kerja.

Karena systemnya sudah dishare untuk bisa dikembangkan (bukan di open lho), maka semakin mudah siapa saja membuat software untuk dijalankan di Mircosoft Windows. Terutama dunia usaha yang membutuhkan aplikasi yang sesuai dengan kebutuhannya.

Perkembangan paling cepat dibanding software lainnya karena banyak perusahaan software yang konsisten menciptakan kemajuan pada sistem operasi Windows.

Banyak gratisan GPL dan Freeware ditawarkan untuk Windows.

Kalau ada masalah mudah menyelesaikannya sebab hampir semua orang bisa, dan mencari ahlinya juga tidak sulit disekitar kita.

Windows Explorer
Adalah sebuah aplikasi peramgkat lunak yang menjadi bagian yang tak terpisahkan dari beberapa versi sistem operasi Microsoft Windows yang menyediakan antarmuka grafis kepada pengguna untuk mengakses sistem berkas (baik itu sistem berkas cakram ataupun sistem berkas jaringan). Komponen Windows inilah yang mempresentasikan antarmuka kepada pengguna di dalam monitor dan mengizinkan pengguna untuk mengontrol komputer yang menjalankan sistem operasi Windows. Kadang-kadang, Windows Explorer juga disebut sebagai Windows GUI shell atau "Explorer" saja.
Windows Explorer memulai debutnya pada sistem operasi Windows 95, sebagai pengganti shell Windows 3.x yang kuno, File Manager/Program Manager (Windows 95 hingga Windows 2000 sebenearnya juga masih memiliki program File Manager (FILEMAN.EXE) serta Program Manager (PROGMAN.EXE), yang ketika instalasi sistem operasi berjalan pengguna akan ditanyakan apakah hendak menggunakan Windows Explorer atau File Manager). Aplikasi ini dapat diakses dengan membuka My Computer (My Documents, atau Network Neighborhood/My Network Places), diakses dengan menggunakan Start Menu, atau penekanan tombol Windows + E. Versi-versi setelahnya merupakan kombinasi antara Windows Explorer dengan penjelajah web milik Microsoft, Internet Explorer, sehingga menawarkan fitur-fitur baru yang tidak dimiliki oleh Windows Explorer tanpa Internet Explorer, meskipun beberapa fitur ada yang dihilangkan. Windows XP dan Windows Vista telah menyederhanakan Windows Explorer, sehingga terlihat lebih ringkas dan lebih mudah digunakan, karena memang Windows Explorer pada kedua sistem operasi tersebut akan menyesuaikan diri dengan isi sebuah folder.
Istilah "Windows Explorer" merupakan istilah yang umum digunakan untuk menjelaskan aspek manajemen berkas komputer, yang dijalankan oleh proses dengan nama EXPLORER.EXE. Proses tersebut juga menangani beberapa fungsionalitas lainnya, seperti halnya pencarian (searching), asosiasi jenis ekstensi berkas, dan bertanggung jawab dalam menampilkan desktop, ikon, wallpaper, Start Menu, taskbar, dan tentunya Control Panel Windows itu sendiri sebagai pusat kontrol dan manajemen sistem operasi Windows. Maka, tidak salah Windows Explorer juga disebut sebagai Windows Shell.
Dengan Windows Explorer, pengguna dapat melakukan hal-hal berikut:
• Membuat, memindahkan, menyalin, membuka, menyunting, atau menghapus berkas dan folder di dalam komputer.
• Mencari berkas-berkas dengan menggunakan query yang kompleks
• Memetakan sebuah direktori yang terdapat di dalam sebuah host di jaringan ke sebuah drive lokal dan memutuskan pemetaan tersebut.
• Melihat dan memanipulasi "properties" atau metadata untuk beberapa berkas dan beberapa objek sistem berkas lainnya.
• Mampu menjadikan sebuah direktori dan alat pencetak dapat digunakan secara bersama-sama melalui jaringan.
• Dalam sistem operasi Windows NT 4.0, Windows 2000, Windows XP, Windows Vista, serta Windows Server 2003, Windows Explorer juga mengizinkan pengguna untuk mengatur izin akses sistem berkas (khusus NTFS), pengauditan, dan kepemilikkan berkas.
Windows Explorer juga dapat menampilkan struktur direktori semua sistem berkas yang terpasang dalam sebuah komputer secara hierarkis, dimulai dari Desktop yang merupakan hierarki tertinggi, sebelum dilanjutkan oleh anak-anak folder miliknya (kandar lokal, kandar jaringan yang telah dipetakan ke dalam kandar lokal, printer, dan komputer-komputer yang berdekatan di jaringan).